MERISIK DI NEGERI SEBERANG
Aura syahdu menabur lara dalam subuhku. Hati yang 'kupaksa mengakhiri rindu akhirnya tersayat perih. Berasa tapi tak terlihat. Subuh ini 'ku panjatkan s'gala pintaku padaNya yang menguasai. Mata terpejam seolah mengubur kelam, memaki pada dendam. Berharap hati tenang saat kelopak mata ini terbuka. Perlahan bibir ini mengucap istighfar. Cobaan seperti apa lagi ini? dan pertahanan bagaimana yang harus 'ku tempuh. Subuh 'ku selesaikan. Mukena katun jepang yang baru ku beli kemarin sore menambah nyaman sujudku. Kejadian malam ini sudah membuatku lemah dan melayang. Lemas semua kaki ini terasa. foto by: tamtomo.wordpress.com 20 Juli 2019, 19.25. "Jika ini terus yang kau inginkan, dan waktumu tak bisa menunggu keputusanku, maka lebih baik kita sudahi, Lisa! ". Suara di seberang sana terdengar seperti membentak. Ada nada kesal yang tergambar. Entah mengapa setiap kali di ajak berdiskusi tentang keseriusan kami, ...
Komentar
Posting Komentar